Perlu mengurus balik nama kendaraan bermotor? Ini caranya!

Pengurusan    |    23 Mei 2020

Dengan memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pembelian Kendaraan Bermotor (BPKB) atas nama sendiri, kamu nggak perlu lagi pergi ke kantor samsat di kota lain untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan atau pajak lima tahunan.

Nah, gimana sih cara mengurus balik nama kendaraan bermotor?

Diawali dengan pencabutan berkas di Samsat tempat STNK diterbitkan, kamu bisa mendaftar pembuatan STNK baru di kota kamu tinggal setelah berkas tersebut tercabut. 

Begitu kamu udah mendapatkan STNK atas namamu sendiri, yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuat BPKB baru lewat Kepolisian Daerah (Polda) di daerah domisilimu.

 

Berikut syarat-syarat yang kamu perlukan untuk mengurus balik nama kendaraan bermotormu:

  1. Siapkan BPKB asli dan fotokopi,
  2. STNK asli dan fotokopi,
  3. KTP asli atas nama pemilik baru dan fotokopi, dan
  4. Kwitansi bukti pembelian kendaraan bermotor asli dan fotokopi.

 

Setelah semua dokumen yang merupakan syarat dari prosedur balik nama STNK kendaraan bermotor itu kamu siapkan, selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah:

  1. Mendatangi Samsat tempat STNK diterbitkan, lalu serahkan dokumen BPKB dan KTP kepada petugas yang berjaga di loket mutasi.
  2. Selanjutnya kendaraanmu akan melalui proses cek fisik. Simpan hasil gesekan nomor rangka dan nomor mesin yang kamu dapat dari proses cek fisik ini.
  3. Serahkan hasil cek fisik tadi dengan dokumen yang udah disiapkan kepada petugas di loket. Petugas akan melakukan legalisir dan dokumenmu akan dikembalikan.
  4. Setelah semua berkas udah kamu terima, datanglah ke loket cek fiskal. Isi formulir yang udah disediakan dan kembalikan ke petugas. Dari situ kamu tinggal tunggu sampe nama kamu dipanggil.
  5. Begitu nama kamu dipanggil, kamu akan diarahkan ke kasir untuk membayar biaya cabut berkas dan melunasi pajak yang belum terbayar, kalau memang masih ada pajak yang tersisa.
  6. Kemudian kamu akan diminta untuk pergi ke bagian mutasi dan mengisi formulir lain yang udah disediakan. Petugas juga akan meminta semua berkas yang telah dilegalisir. Setelah semua berkas dinyatakan lengkap, baru kamu bisa mengisi formulirnya.
  7. Setelah itu, kamu akan diberikan tanda terima pembayaran pendaftaran mutasi senilai Rp75.000 – Rp250.000. Lakukanlah pembayaran dan serahkan bukti pembayaranmu kepada petugas. Kamu lalu akan menerima dua rangkap kwitansi, satu rangkap untuk petugas sementara yang satu lagi kamu bawa saat mengambil berkas. Pengambilan berkas biasanya berlangsung selama 5 – 7 hari setelah pembayaran dilakukan.
  8. Pada hari yang udah ditentukan, datang kembali ke kantor Samsat. Jangan lupa untuk membawa bukti pembayaran yang kamu udah kamu dapatkan dari petugas. Serahkan kwitansi itu kepada petugas dan tunggu hingga nama kamu dipanggil.
  9. Setelah semua berkas kamu terima kembali, petugas akan mengarahkan kamu ke loket fiskal untuk membayar nominal Rp10.000 dan mendapatkan tanda terima untuk pembayaranmu. Setelah itu, proses pencabutan berkaspun selesai! Kalau masih ada waktu, kamu bisa datangi Samsat tempat kamu ingin mendaftarkan STNK baru. Kalau nggak sempat, kamu juga bisa melakukannya di hari berikutnya.
  10. Untuk mendaftarkan STNK baru, datangi bagian mutasi di kantor Samsat tujuan. Pergilah ke loket cek fisik untuk melegalisir semua berkas yang kamu dapat dari kantor Samsat sebelumnya. Serahkan berkas kepada petugas dan tunggu sampai nama kamu dipanggil.
  11. Bawa berkas yang udah kamu terima dari petugas dan fotokopi hasil cek fisik dan kwitansi yang udah dilegalisir.
  12. Serahkan berkas-berkas itu ke petugas di loket berkas mutasi. Semua berkas yang kamu bawa, termasuk BPKB asli, akan diminta. Kalau semua berkas udah lengkap, petugas akan mengembalikan BPKB asli dan bukti pembayaran STNKmu. Setelah itu, kamu akan diminta untuk datang kembali pada hari yang udah ditentukan, biasanya sekitar 1 sampai 2 hari kemudian.
  13. Pada hari yang udah ditentukan, datangi kembali loket mutasi dengan membawa bukti pembayaran STNK. Serahkan bukti pembayaran itu kepada petugas dan tunggulah sampai nama kamu dipanggil. Kamu akan diminta untuk melakukan pembayaran untuk biaya penerbitan STNK baru. 

Setelah semua selesai, kamu akan mendapatkan STNK baru atas nama kamu sendiri, deh.

Setelah mendapatkan STNK, kamu juga perlu mengurus balik nama BPKB kendaraan bermotor. Prosedur dan langkah berikutnya adalah:

  1. Pergilah ke Polda setempat untuk mengurus balik nama BPKB.
  2. Siapkan berkas berupa fotokopi STNK baru, fotokopi BPKB, fotokopi KTP, fotokopi hasil cek fisik yang telah dilegalisir, fotokopi kwitansi pembelian motor, dan BPKB asli. Serahkan semua berkas tersebut ke loket di bagian Ditlantas.
  3. Isi formulir untuk menerbitkan BPKB baru dan petugas akan melakukan pengecekan terhadap kelengkapan semua berkasmu.
  4. Setelah dinyatakan lengkap, petugas akan memberikan tanda pembayaran untuk mengurus BPKB motor sebesar Rp80.000 dan bisa kamu bayarkan lewat ATM yang berada nggak jauh dari loket.
  5. Antri lagi di loket balik nama untuk menyerahkan berkas dan tanda lunas pembayaran dari bank. Petugas akan memberikan tanda terima untuk mengambil BPKB sesuai tanggal yang ditentukan.
  6. Pada hari yang telah ditentukan, kamu bisa mengambil BPKB dengan membawa tanda terima BPKB dan fotokopi KTP setelah nama kamu dipanggil. Petugas akan mencocokkan semua data dan memberikan BPKB baru atas namamu.

Semoga artikel ini membantu! Kalau kamu udah menyiapkan semua syarat dan dokumennya dengan lengkap, proses mengurus STNK dan balik nama kendaraan bermotor atas nama kamu sendiri bisa berjalan lebih cepat dan lancar.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Apa kamu udah daftar di superhelper?

Yuk daftar sekarang!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This